Berikut
ini
adalah
sebuah
tulisan
sederhana...
Namun
sarat
inspirasi
jika
Anda
sudi
membacanya
...
Sediakan
waktu
Anda
HANYA 10 menit
saja
untuk
fokus
membacanya...
dan
temukan
barisan
kata penuh
makna
yang siap
menginspirasi
hari-hari
Anda...
Selamat
Membaca
!!...
Pemimpin
harus
bisa
memberikan
arahan
mengenai
tujuan
yang akan
dicapai
dan
memberikan
encouragement.
-
Michael D. Ruslim
-
Begitulah salah satu ungkapan dari
Michael D. Ruslim dalam buku yang
berjudul
Michael D. Ruslim LEAD
BY HEARTH. Tersirat
dalam ungkapan tersebut bahwa mantan Presiden Direktur
Astra International ini mengajak para leader
untuk berperan sebagai
navigator yang mampu menavigasi perjalanan (perusahaan).
“Anyone
can steer the ship, but it takes a leader to chart the course”. Siapapun
dapat
mengendalikan
kemudi
kapal,
namun
hanya
seorang
pemimpinah
yang dapat
menentukan
arahnya.
Kata-kata John C. Maxwell inilah yang menginspirasi
Michael dalam menavigasi
Astra International. Dan pada praktiknya,
Michael menerapkan hukum ini ketika memimpin
Astra, khususnya dalam managing
business. Dan semua itu dipraktikkannya dengan gayanya sendiri, dengan menerapkan prinsip-prinsip berikut ini.
PRINSIP
1 : CATUR DHARMA DAN 3W
Catur
Dharma adalah fondasi untuk
Astra. Dan hal ini menjadi landasan yang
dipegang
Michael. Beliau mengungkapkan bahwa bagaimanapun juga
Astra adalah perusahaan
Indonesia. Meskipun dimiliki pihak asing, banyak bekerjasama dengan prinsipal asing,
Astra tetaplah perusahhaan
Indonesia. Indonesia tumbuh, maka
Astra pun tumbuh. Astra
itu
harus
menjadi
organisasi
yang hidup,
bisa
memberikan
kesejahteraan
bagi
semua
stakeholder,
bukan
saja
untuk
pemegang
saham,
tapi
juga
untuk
karyawan,
pemerintah
dan
lingkungan
sekitar.
Tumbuh, berkelanjutan
dan bermanfaat signifikan. Inilah tujuan keberadaan
Astra. Itulah arah tujuan
Astra. Dan dalam rangka meraih hal tersbeut digunakanlah 3W.
Hal ini bukan konsep baru dalam lingkungan
Astra, namun beliau merupakan pemimpin yanng selalu konsisten untuk menerapkannya. W
yang pertama adalah Winning
concept atau winning
strategy. Winning concept
merupakan hal yang
akan mempengaruhi bagaimana bisnis itu berkembang dan menang.
Setelah winning
concept ditemukan barulah dicari W
yang kedua. Winning
Team atau winning
people. Dalam hal ini
Michael selalu menganalogikannya dengan sebuah tim olaraga. Dalam sebuah permainan
basket atau sepak
bola, maka harus ada pemain bertahan dan penyerang. “Lihat Christiano
Ronaldo. Dia penyerang, maka jangan menggunakannya sebagai bek,” ungkapnya. Arinya dalam sebuah winning
team, orang
yang direkrut adalah mereka dengan kekuatan masing-masing. Mereka yang
terbaik di posisinya. Setelah itu, Winning
system-nya diterapkan. Winning
system bertumpu pada metode operasional milik
Astra seperti Astra
Total Quality Control
ataupun sistem lainnya seperti Six
Sigma, Toyota Production system, dsb.
Prinsip
2: Lihat
Leading
Indicator!
You
cannot direct the wind, but you can adjust the sails. Kita tidak bisa mengarahkan angin, tapi bisa menyesuaikan layar. Begitulah ungkapan
Michael D. Ruslim berkaitan dengan leading
indicator. Sebagai
contoh dalam bisnis batu bara,
yang dikejar beliau adalah : “Berapa
total cost per ton?, bukan “Berapa harga batu bara?”. Beliau tidak suka melihat angka windfall, tapi leading
indicator. Beliau bukan
orang yang suka melihat ujungnya, berapa
margin dan sebagainya. Beliau selalu melihat indikator utama karena di daerah itulah manajemen bisa melakukan kontrol, menghindari kekeliruan dan melakukan pengembangan. Itulah area
within
management control:
aspek-aspek yang
ada dalam wilayah pengaruh manajemen perusahaan.
Melihat apa yang
dipraktikkannnya, bisa dikatakan bahwa
Michael mempraktikkan filosofi “control
your destiny”. Seorang leader harus bisa mengontrol
aspek-aspek
yang ada
dalam
area pengaruhnya.
Inilah
cara
Michael sebagai
navigator dalam
mengontrol
keadaan.
Prinsip
3: Demokrasi
Terpimpin
Demokrasi versi
Michael, selalu memberikan ruang bagi eksekutifnya untuk berbeda pendapat. Tapi pada akhirnya, dialah pemimpin yang
harus mengambil keputusan. Jadi meskipun namanya Demokrasi Terpimpin, nuansanya jauh dari kesan represif. Sebab, untuk mempraktikkan versi ini, seseorang haruslah bersifat opend
minded, terbuka dengan
ide-ide dari luar dirinya.
Sepintas seolah tidak
ada sisi istimewa dari hal tersebut. Namun, jika diselami ada sebuah karakter yang
tidak dimiliki oleh setiap individu, apalagi yang
sudah berada pada posisi top
level. Segelintir
orang yang berada
di posisi
puncak
kerap
dihinggapi
apa
yang disebut
“Sindrom
Orang Besar”,
merasa
lebih
hebat
dari
orang-orang di sekitarnya. Pasalnya, selain dibutuhkan sikap open minded, karakter yang
penting itu adalah: willing
to listen,
kesediaan
mendengarkan
orang lain.
Michael percaya bahwa mendengarkan merupakan bagian penting yang
tak terpisahkan dalam komunikasi. “Orang
itu
tidak
gampang
untuk
mendengarkan.
Makin tinggi
posisinya
makin
senang
mendengarkan
suaranya
sendiri.
...” , ungkap
Michael.
Pesan
4: Jantungnya
adalah
Komunikasi
“Core
of leadership itu communication”,
jawab
Michael ketika ditanya tentang inti kepemimpinan. Beliau percaya bahwa komunikasi merupakan jantung dalam peran seorang pemimpin. Baginya, pemimpin bisa menjadi seorang konseptor yang
paling hebat, dengan gagasan-gagasan besar di kepalanya.
Akan tetapi, tanpa kemampuan mengkomunikasikan apa yang
menjadi visinya, maka pemikiran strategi sehebat apapun, dalam realiasainya hanyalah indah di atas kertas.
Organisasi itu di-drive oleh manusia. Maka beliau mengungkapkan bahwa leadership
is about people. Karena faktor manusia sangat penting, maka sebagai
navigator, beliau sangat yakin bahwa hanya dengan komunikasilah dia bisa melahirkan komitmen para follower-nya, hingga ke
level yang bawah sekalipun.
Dalam alur yang
diyakininya: pemimpin haruslah menciptakan komunikasi dua arah.
Dari sini akan lahir understanding,
kemudian trust,
lalu respect,
dan akhirnya commitment.
Dalam konteks ini beliau
menyukai ungkapan yang
dilontarkan
Charles S. Lauer, “Leaders don’t force people to follow;
they invite them on a journey”. Sebagai navigator, pemimpinlah yang
mengajak para pengikutnya menuju “pulau impian”. Dan
agar organisasi
bisa
berlayar
sampai
tujuan,
komunikasi
menjadi
amat
vital.
Demikianlah empat prinsip Bpk
Michael D. Ruslim yang
bisa kita pelajari sebagai manusia pembelajar. Secara
personal, banyak dari kita yang
memang tidak mengenal beliau. Namun atas apa yang
telah dilakukannya, kita mendapatkan sebuah pembelajaran dan jejak bagaimana untuk terus membangun pribadi kita hingga menjadi pantas disebut Leader
Sumber:
Santoso, Wiwiek D.,
WS, Bambang,
Paulus., dkk.
2011. Michael D. Ruslim
LEAD BY HEART. PT.
Gramedia Pustaka Utama;
Jakarta.
Menjadi
sebuah
kesia-siaan
jika
apa
yang sudah
dipelajari
hilang
begitu
saja
dan
tak
berbekas
barang
sedikit
pun di satu
sudut
bumi
ini.
-NN-
30 May, 2014
27 May, 2014
DUA KANTONG YANG BERBEDA
Segala sesuatu yang menyakitkan yang pernah didengarnya seperti makian & sindiran, ditulisnya di sebuah kertas, digulung kecil, kemudian dimasukkannya ke dalam kantong yang berlubang. Tetapi semua yang indah, benar, dan bermanfaat, ditulisnya di sebuah kertas kemudian dimasukkannya ke dalam kantong yang tidak ada lubangnya.
Pada malam hari, ia mengeluarkan semua yang ada di dalam saku yang tidak berlubang, membacanya, dan menikmati hal-hal indah yang sudah diperolehnya sepanjang hari itu. Kemudian ia merogoh kantong yang ada lubangnya, tetapi ia tidak menemukan apa pun. Maka ia pun tertawa dan tetap bersukacita karena tidak ada sesuatu yang dapat merusak hati dan jiwanya.
Teman2.. Itulah yang seharusnya kita lakukan. Menyimpan semua yang baik di “kantong yang tidak berlubang”, sehingga tidak satupun yang baik yang hilang dari hidup kita. Sebaliknya, simpanlah semua yang buruk di “kantong yang berlubang”. Maka yang buruk itu akan jatuh dan tidak perlu kita ingat lagi.
Namun sayang sekali.. masih banyak orang yang melakukan dengan terbalik! Mereka menyimpan semua yang baik di “kantong yang berlubang”, dan apa yang tidak baik di “kantong yang tidak berlubang” (alias memelihara pikiran-pikiran jahat dan segala sesuatu yang menyakitkan hati). Maka, jiwanya menjadi tertekan & tidak ada gairah dalam menjalani hidup.
Oleh karena itu, agar bisa menikmati kehidupan yang bahagia dan tenang: jangan menyimpan apa yang tidak baik di dalam hidup kita (tahukah Anda: sakit hati, iri hati, dendam, dan kemarahan juga bisa menyebabkan penyakit serius bahkan kematian). Mari mencoba, menyimpan hanya yang baik dan bermanfaat.
12 May, 2014
ARTI KEHIDUPAN
Kehidupan bukanlah sekedar rutinitas.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencurahkan potensi diri kita untuk orang lain.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita berbagi suka dan duka dengan orang yang kita sayangi.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita bisa mengenal orang lain.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita melayani setiap umat manusia.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencintai pasangan kita, orang tua kita, saudara, serta mengasihi sesama kita.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita belajar dan terus belajar tentang arti kehidupan.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita selalu mengucap syukur kepada Yang Maha Kuasa
06 May, 2014
Kisah Semut dan Lalat
“Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar,” katanya. Setelah kenyang, si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.
Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik, demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang, si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan. Esok paginya, nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.
Tak jauh dari tempat itu, nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.
Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua, “Ada apa dengan lalat ini, Pak? Mengapa dia sekarat?” “Oh.., itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini. Sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu. Namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita.”
Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi, “Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? Kenapa tidak berhasil?”
Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab, “Lalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama.” Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya, namun kali ini dengan mimik dan nada lebih serius, “Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini.”
Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda, mereka hanya melakukannya dengan cara yang berbeda
Ditulis oleh
Arifin Khoirul Anwar
Subscribe to:
Posts (Atom)