30 May, 2014

INFO SDM EDISI MEI

Berikut ini adalah sebuah tulisan sederhana... Namun sarat inspirasi jika Anda sudi membacanya ...
Sediakan waktu Anda HANYA 10 menit saja untuk fokus membacanya... dan temukan barisan kata penuh makna yang siap menginspirasi hari-hari Anda...
Selamat Membaca !!...

Pemimpin harus bisa memberikan arahan mengenai tujuan yang akan dicapai dan memberikan encouragement.
- Michael D. Ruslim -

Begitulah salah satu ungkapan dari Michael D. Ruslim dalam buku yang berjudul Michael D. Ruslim LEAD BY HEARTH. Tersirat  dalam ungkapan tersebut bahwa mantan Presiden Direktur Astra International ini mengajak para leader untuk berperan sebagai navigator yang mampu menavigasi perjalanan (perusahaan).  “Anyone can steer the ship, but it takes a leader to chart the course”. Siapapun dapat mengendalikan kemudi kapal, namun hanya seorang pemimpinah yang dapat menentukan arahnya. Kata-kata John C. Maxwell inilah yang menginspirasi Michael dalam menavigasi Astra International. Dan pada praktiknya, Michael  menerapkan hukum ini ketika memimpin Astra, khususnya dalam managing business. Dan semua itu dipraktikkannya dengan gayanya sendiri, dengan menerapkan prinsip-prinsip berikut ini.

PRINSIP 1 : CATUR DHARMA  DAN 3W
Catur Dharma adalah fondasi untuk Astra. Dan hal ini menjadi landasan yang dipegang Michael. Beliau mengungkapkan bahwa bagaimanapun juga Astra adalah perusahaan Indonesia. Meskipun dimiliki pihak asing, banyak bekerjasama dengan prinsipal asing, Astra tetaplah perusahhaan Indonesia. Indonesia tumbuh, maka Astra pun tumbuh. Astra itu harus menjadi organisasi yang hidup, bisa memberikan kesejahteraan bagi semua stakeholder, bukan saja untuk pemegang saham, tapi juga untuk karyawan, pemerintah dan lingkungan sekitar.
Tumbuh, berkelanjutan  dan bermanfaat signifikan. Inilah tujuan keberadaan Astra. Itulah arah tujuan Astra. Dan dalam rangka meraih hal tersbeut digunakanlah 3W. Hal ini bukan konsep baru dalam lingkungan Astra, namun beliau merupakan pemimpin yanng selalu konsisten untuk menerapkannya. W yang pertama adalah Winning concept atau winning strategy. Winning concept merupakan hal yang akan mempengaruhi bagaimana bisnis itu berkembang dan menangSetelah winning concept ditemukan barulah dicari W yang kedua. Winning Team atau winning people.  Dalam hal ini Michael selalu menganalogikannya dengan sebuah tim olaraga. Dalam sebuah permainan basket atau sepak bola, maka harus ada pemain bertahan dan penyerang. “Lihat Christiano Ronaldo. Dia penyerang, maka jangan menggunakannya sebagai bek,” ungkapnya. Arinya dalam sebuah winning team, orang yang direkrut adalah mereka dengan kekuatan masing-masing. Mereka yang terbaik di posisinya. Setelah itu, Winning system-nya diterapkan. Winning system bertumpu pada metode operasional milik Astra seperti Astra Total Quality Control ataupun sistem lainnya seperti Six Sigma, Toyota Production system, dsb.
 
Prinsip 2: Lihat Leading Indicator!
You cannot direct the wind, but you can adjust the sails. Kita tidak bisa mengarahkan angin, tapi bisa menyesuaikan layar. Begitulah ungkapan Michael D. Ruslim berkaitan dengan leading indicator. Sebagai  contoh dalam bisnis batu bara, yang dikejar beliau adalah : “Berapa total cost per ton?, bukanBerapa harga batu bara?”. Beliau tidak suka melihat angka windfall, tapi leading indicator. Beliau bukan orang yang suka melihat ujungnya, berapa margin dan sebagainya. Beliau selalu melihat indikator utama karena di daerah itulah manajemen bisa melakukan kontrol, menghindari kekeliruan dan melakukan pengembangan. Itulah area within management control: aspek-aspek yang ada dalam wilayah pengaruh manajemen perusahaan.
Melihat apa yang dipraktikkannnya, bisa dikatakan bahwa Michael mempraktikkan filosofi “control your destiny”. Seorang leader  harus bisa mengontrol aspek-aspek yang ada dalam area pengaruhnya. Inilah cara Michael sebagai navigator dalam mengontrol keadaan.
 
Prinsip 3: Demokrasi Terpimpin
Demokrasi versi Michael, selalu memberikan ruang bagi eksekutifnya untuk berbeda pendapat. Tapi pada akhirnya, dialah pemimpin yang harus mengambil keputusan. Jadi meskipun namanya Demokrasi Terpimpin, nuansanya jauh dari kesan represif. Sebab, untuk mempraktikkan versi ini, seseorang haruslah bersifat opend minded, terbuka dengan ide-ide dari luar dirinya
Sepintas seolah tidak  ada sisi istimewa dari hal tersebut. Namun, jika diselami ada sebuah karakter yang tidak dimiliki oleh setiap individu, apalagi yang sudah berada pada posisi top level. Segelintir orang yang berada di posisi puncak kerap dihinggapi apa yang disebutSindrom Orang Besar”, merasa lebih hebat dari orang-orang di sekitarnya. Pasalnya, selain dibutuhkan sikap open minded, karakter yang penting itu adalah: willing to listen, kesediaan mendengarkan orang lain.  Michael percaya bahwa mendengarkan merupakan bagian penting yang tak terpisahkan dalam komunikasi. “Orang itu tidak gampang untuk mendengarkan. Makin tinggi posisinya makin senang mendengarkan suaranya sendiri. ...” , ungkap Michael.
 
Pesan 4: Jantungnya adalah Komunikasi
“Core of leadership itu communication”, jawab Michael ketika ditanya tentang inti kepemimpinan. Beliau percaya bahwa komunikasi merupakan jantung dalam peran seorang pemimpin. Baginya, pemimpin bisa menjadi seorang konseptor yang paling hebat, dengan gagasan-gagasan besar di kepalanya. Akan tetapi, tanpa kemampuan mengkomunikasikan apa yang menjadi visinya, maka pemikiran strategi sehebat apapun, dalam realiasainya hanyalah indah di atas kertas.
Organisasi itu di-drive oleh manusia. Maka beliau mengungkapkan bahwa leadership is about people. Karena faktor manusia sangat penting, maka sebagai navigator, beliau sangat yakin bahwa hanya dengan komunikasilah dia bisa melahirkan komitmen para follower-nya, hingga ke level yang bawah sekalipun.
Dalam alur yang diyakininya: pemimpin haruslah menciptakan komunikasi dua arah. Dari sini akan lahir understanding, kemudian trust, lalu respect, dan akhirnya commitmentDalam konteks ini beliau  menyukai ungkapan yang dilontarkan Charles S. Lauer, “Leaders don’t force people to follow; they invite them on a journey”. Sebagai navigator, pemimpinlah yang mengajak para pengikutnya menujupulau impian”. Dan agar organisasi bisa berlayar sampai tujuan, komunikasi menjadi amat vital.

Demikianlah empat prinsip Bpk Michael D. Ruslim yang bisa kita pelajari sebagai manusia pembelajar. Secara personal, banyak dari kita yang memang tidak mengenal beliau. Namun atas apa yang telah dilakukannya, kita mendapatkan sebuah pembelajaran dan jejak bagaimana untuk terus membangun pribadi kita hingga menjadi pantas disebut Leader


Sumber:
Santoso, Wiwiek D., WS, Bambang, Paulus., dkk. 2011. Michael D. Ruslim LEAD BY HEART. PT. Gramedia Pustaka Utama; Jakarta.
 
 
Menjadi sebuah kesia-siaan  jika apa yang sudah dipelajari hilang begitu saja dan tak berbekas barang sedikit pun di satu sudut  bumi ini.
-NN-

27 May, 2014

DUA KANTONG YANG BERBEDA


Alkisah, ada seseorang yang sangat menikmati kebahagiaan & ketenangan di dalam hidupnya. Orang tersebut mempunyai dua kantong. Pada kantong yang satu terdapat lubang di bawahnya, tapi pada kantong yang lainnya tidak terdapat lubang.
Segala sesuatu yang menyakitkan yang pernah didengarnya seperti makian & sindiran, ditulisnya di sebuah kertas, digulung kecil, kemudian dimasukkannya ke dalam kantong yang berlubang. Tetapi semua yang indah, benar, dan bermanfaat, ditulisnya di sebuah kertas kemudian dimasukkannya ke dalam kantong yang tidak ada lubangnya.
Pada malam hari, ia mengeluarkan semua yang ada di dalam saku yang tidak berlubang, membacanya, dan menikmati hal-hal indah yang sudah diperolehnya sepanjang hari itu. Kemudian ia merogoh kantong yang ada lubangnya, tetapi ia tidak menemukan apa pun. Maka ia pun tertawa dan tetap bersukacita karena tidak ada sesuatu yang dapat merusak hati dan jiwanya.
Teman2.. Itulah yang seharusnya kita lakukan. Menyimpan semua yang baik di “kantong yang tidak berlubang”, sehingga tidak satupun yang baik yang hilang dari hidup kita. Sebaliknya, simpanlah semua yang buruk di “kantong yang berlubang”. Maka yang buruk itu akan jatuh dan tidak perlu kita ingat lagi.
Namun sayang sekali.. masih banyak orang yang melakukan dengan terbalik! Mereka menyimpan semua yang baik di “kantong yang berlubang”, dan apa yang tidak baik di “kantong yang tidak berlubang” (alias memelihara pikiran-pikiran jahat dan segala sesuatu yang menyakitkan hati). Maka, jiwanya menjadi tertekan & tidak ada gairah dalam menjalani hidup.
Oleh karena itu, agar bisa menikmati kehidupan yang bahagia dan tenang: jangan menyimpan apa yang tidak baik di dalam hidup kita (tahukah Anda: sakit hati, iri hati, dendam, dan kemarahan juga bisa menyebabkan penyakit serius bahkan kematian). Mari mencoba, menyimpan hanya yang baik dan bermanfaat.

12 May, 2014

ARTI KEHIDUPAN



Kehidupan bukanlah sekedar rutinitas.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencurahkan potensi diri kita untuk orang lain.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita berbagi suka dan duka dengan orang yang kita sayangi.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita bisa mengenal orang lain.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita melayani setiap umat manusia.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita mencintai pasangan kita, orang tua kita, saudara, serta mengasihi sesama kita.
Kehidupan adalah kesempatan untuk kita belajar dan terus belajar tentang arti kehidupan.

Kehidupan adalah kesempatan untuk kita selalu mengucap syukur kepada Yang Maha Kuasa

06 May, 2014

Kisah Semut dan Lalat


Beberapa ekor lalat nampak terbang berpesta di atas sebuah tong sampah di depan sebuah rumah. Suatu ketika, anak pemilik rumah keluar dan tidak menutup kembali pintu rumah. Kemudian nampak seekor lalat bergegas terbang memasuki rumah itu. Si lalat langsung menuju sebuah meja makan yang penuh dengan makanan lezat.
“Saya bosan dengan sampah-sampah itu, ini saatnya menikmati makanan segar,” katanya. Setelah kenyang, si lalat bergegas ingin keluar dan terbang menuju pintu saat dia masuk, namun ternyata pintu kaca itu telah terutup rapat. Si lalat hinggap sesaat di kaca pintu memandangi kawan-kawannya yang melambai-lambaikan tangannya seolah meminta agar dia bergabung kembali dengan mereka.
Si lalat pun terbang di sekitar kaca, sesekali melompat dan menerjang kaca itu, dengan tak kenal menyerah si lalat mencoba keluar dari pintu kaca. Lalat itu merayap mengelilingi kaca dari atas ke bawah dan dari kiri ke kanan bolak-balik, demikian terus dan terus berulang-ulang. Hari makin petang, si lalat itu nampak kelelahan dan kelaparan. Esok paginya, nampak lalat itu terkulai lemas terkapar di lantai.

Tak jauh dari tempat itu, nampak serombongan semut merah berjalan beriringan keluar dari sarangnya untuk mencari makan. Dan ketika menjumpai lalat yang tak berdaya itu, serentak mereka mengerumuni dan beramai-ramai menggigit tubuh lalat itu hingga mati. Kawanan semut itu pun beramai-ramai mengangkut bangkai lalat yang malang itu menuju sarang mereka.

Dalam perjalanan, seekor semut kecil bertanya kepada rekannya yang lebih tua, “Ada apa dengan lalat ini, Pak? Mengapa dia sekarat?” “Oh.., itu sering terjadi, ada saja lalat yang mati sia-sia seperti ini. Sebenarnya mereka ini telah berusaha, dia sungguh-sungguh telah berjuang keras berusaha keluar dari pintu kaca itu. Namun ketika tak juga menemukan jalan keluar, dia frustasi dan kelelahan hingga akhirnya jatuh sekarat dan menjadi menu makan malam kita.”
Semut kecil itu nampak manggut-manggut, namun masih penasaran dan bertanya lagi, “Aku masih tidak mengerti, bukannya lalat itu sudah berusaha keras? Kenapa tidak berhasil?”
Masih sambil berjalan dan memanggul bangkai lalat, semut tua itu menjawab, “Lalat itu adalah seorang yang tak kenal menyerah dan telah mencoba berulang kali, hanya saja dia melakukannya dengan cara-cara yang sama.” Semut tua itu memerintahkan rekan-rekannya berhenti sejenak seraya melanjutkan perkataannya, namun kali ini dengan mimik dan nada lebih serius, “Ingat anak muda, jika kamu melakukan sesuatu dengan cara yang sama tapi mengharapkan hasil yang berbeda, maka nasib kamu akan seperti lalat ini.”

Para pemenang tidak melakukan hal-hal yang berbeda, mereka hanya melakukannya dengan cara yang berbeda